Sabtu, 27 Mei 2017

Benda yang Harus Ada Saat Bulan Ramadhan

Bulan Puasa Ramadhan Tips puasa buka puasa sahur


Halu halu... Apa kabar nih dulurs? (Dulur: saudara). Semoga masih diberi senyum terindah di hari ini, ya!

Wah, nggak kerasa, bulan Ramadhan udah kembali menghamipiri kita. Gimana lur, puasa nggak di hari pertama ini? Tenang aja, aku nggak bakal nanyain bulan Ramadhan ini masih sendiri atau udah taken, tenang aja. Aku bisa menghormati perasaan kalian kok, I know lah.

Pastinya, kita semua sesama umat Islam menyambut bulan Ramadhan ini dengan penuh hati gembira. Banyak hal yang membuat seseorang pantas untuk membanggakan dan mengagungkan bulan yang satu ini. Salah satunya adalah karena di bulan Ramadhan ini Allah memberikan banyak kemuliaan kepada hamba-Nya yang melakukan suatu kebaikan, bahkan tidur pun mendapat pahala.

Selain itu, di bulan Ramadhan adalah ladang kesempatan berhemat bagi anak kos. Gimana nggak hemat cobak, setiap buka puasa cari takjil dan buka gratis, sedangkan sahurnya cukup nelen obat maag sebiji. Dan kalau itu dilakukan selama satu bulan, udah berapa rupiah tuh yang ditabung? Mau nyobak? Silakan, resiko ditanggung penumpang.

Dan yang nggak ketinggalan juga, dalam rangka menyambut bulan Ramadhan ini biasanya orang-orang akan mempersiapkan kebutuhan yang harus ada selama satu bulan. Dan berikut adalah 8 Benda yang Harus Ada Saat Bulan Ramadhan:

1.   Peralatan Ibadah
Bulan Puasa Ramadhan Tips puasa buka puasa sahur

Yang ini wajib punya! Jangan sampai giliran mau pergi tarawih kita masih bingung nyari sarung atau sajadah. Dan hindari minjem sajadah ke mantan, jangan! Bisa berbahaya. Dan pastinya, dalam kehidupan sehari-hari kita udah punya peralatan ibadah ini. Nggak harus beli baru, cukup pakai yang sudah ada selama masih layak pakai. Minimal yang harus ada adalah sarung, baju koko, sajadah, peci dan mukenah bagi perempuan.

2.   Sandal Jepit
Bulan Puasa Ramadhan Tips puasa buka puasa sahur

Pasti kalian bertanya-tanya; “Kok sandal jepit?”
Yang satu ini juga penting, pastikan kamu punya persedian sandal jepit lebih dari sepasang, beli aja yang murah tapi nggak murahan. Dan menggunakan sandal jepit saat pergi tarawih adalah pilihan terbaik. Hindari untuk makek sandal dengan harga mahal. Rawan kehilangan, lur! Serius, tahun lalu aja aku pernah jadi korbannya. Dan giliran aku ngelapor ke Pak Polisi soal kasusku ini, malah sama bapak Polisinya dikasih dua lembar uang lima ribuan.

3.   Rice Cooker


Bagi kebanyakan anak kos, benda ini menjadi penolong disaat merasa malas untuk membeli makan saat sahur. Selain itu, memasak sendiri akan menjadi salah satu cara untuk menghemat. Tips hemat lainnya adalah, cukup masak nasi dan air panas satu gelas. Selanjutnya masukkan satu sachet mas*ko ke dalam gelas yang berisi air panas tadi, aduk sampai rata dan jadikan sebagai kuah. Taraaa....menu nasi kuah kaldu sapi siap disantap.

4.   Kaca Mata Hitam
Bulan Puasa Ramadhan Tips puasa buka puasa sahur

Bagi kamu yang baru aja diputusin, kaca mata hitam ini menjadi barang wajib yang harus kamu miliki selama bulan Ramadhan ini. Ada yang bisa jawab untuk apa? Yaps, biar mata kamu enggak iritasi berat ketika melihat mantan kamu pergi ngabuburit sama pacar barunya. Nah, loh.... Kalo sampek iritasi berat dan ngeluarin air mata? Bisa batal tuh puasa kamu. So, persiapakan barang ini!

5.   Obat Maag
Bulan Puasa Ramadhan Tips puasa buka puasa sahur

Siapkan barang kecil ini untuk menemani bulan Ramadhan kamu. Terlebih bagi kamu yang punya riwayat penyakit maag, maka pastikan kamu memiliki persedian obat maag satu toko untuk berjaga-jaga agar maag kamu tidak kambuh di saat ketemu mantan, eh maksudnya disaat berpuasa. Ingat, jangan jadikan obat maag ini sebagai menu utama sahur kamu!

6.   Tiket Buka Puasa Gratis
Bulan Puasa Ramadhan Tips puasa buka puasa sahur

Mana nih yang merasa PPT? Para Pencari Takjil maksudnya. Wah penting banget nih, silakan kumpulkan tiket takjil atau berbuka puasa gratis sebanyak-banyaknya, tapi ingat jangan digandakan ya tiketnya! Hampir di setiap masjid-masjid menyediakan takjil dan makanan berbuka gratis bagi para jamaahnya. Kalau udah dikasih gratisan, siapa sih yang nggak mau? Apalagi anak kos yang udah satu bulan belum dapat kiriman, bisa jadi rejeki nomplok tuh.

7.   Yang Manis-Manis
Kata kebanyakan orang; “Berbukalah dengan yang manis-manis.”
Ya, siapkan juga yang manis-manis di rumah atau tempat kos kamu. Kenangan manis sama mantan, misalkan. Atau silakan bawa yang manis di bawah ini.
Bulan Puasa Ramadhan Tips puasa buka puasa sahur

Jangan salah fokus! Maksudnya adalah, siapkan makanan yang manis-manis yang umum dijumpai di saat bulan Ramadhan. Misal adalah kurma atau sirup yang bisa dengan mudah kamu beli di toko-toko terdekat.

8.   Cermin
Bulan Puasa Ramadhan Tips puasa buka puasa sahur

Benda terakhir adalah cermin. Kok cermin, sih?
Yap, siapkan cermin besar di kamar kamu. Untuk apa? Untuk melakukan intopeksi diri. Yuk, jadikan bulan Ramadhan ini sebagai penambah iman kita dan juga sebagai ladang intropeksi diri kita sendiri. Mari intropeksi diri atas apa yang sudah dilakukan selama ini dan bagaimana puasa kita di bulan Ramadhan tahun kemarin, selanjutnya dari hasil intropeksi diri tersebut mari kita renungkan apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki diri di bulan yang penuh berkah ini. Serius banget ya.

Nah, itu dia 8 benda atau kebutuhan yang harus kamu siapkan selama bulan Ramadhan ini. Kira-kira, benda apa aja yang belum kamu siapkan, lur? Kalau masih ada yang kurang, yuk disiapkan dari sekarang! Dan selagi masih hari pertama, aku mau minta maaf apabila selama berteman di dunia maya ini sering menimbulkan keresahan bagi kalian semua. Begitu pun sebaliknya, aku juga udah maafin kalian semua kok! Jangan lupa, minta maaf juga ke mantan ya, biar nggak ada dusta selama menjalankan ibadah puasa.

Oh ya, ada titipan pesan nih. Yuk, kita jalankan seluruh serangkaian ibadah di bulan Ramadhan ini dengan hati ikhlas dan semata-mata mengharap ridha dari Allah SWT. Jangan sampai kita mensia-siakan momen di bulan Ramadhan ini. Tinggalkan segala aktivitas yang dapat mengurangi pahala ibadah kita, termasuk tinggalkan mantan dan segala kenangannya, insyaallah berkah.

Semoga postingan kali ini bermanfaat dan bisa dimanfaatin oleh kamu-kamu semua. Selamat berpuasa, dulur! Nantikan cerita Ramadhan selanjutnya....



Kamis, 22 Desember 2016

IBU.

Hari Ibu 22 desember Haydar Iskandar orang tua renungan sedih


Ibu, adalah kado terindah dalam kehidupanku. Andai kala itu Ibu tahu, bahwa tangisku saat baru keluar dari rahimmu adalah luapan tentang suka, cinta dan bahagia, yang kini berubah menjadi luapan duka.

Ibu, adalah harmonisasi ayat-ayat suci Al-Quran yang nyaring terdengar saat aku baru lahir ke dunia. Andai kala itu Ibu tahu, aku melihat sejuta warna yang tak lagi aku lihat sekarang.

Ibu, adalah keajaiban yang hanya Tuhan berikan sekali dalam kehidupanku, dan yang terlihat sekarang adalah pekatnya.

Ibu, adalah debar rindu yang saat ini merayap di tiap jengkal waktuku, yang dulu tak pernah aku rasakan.

Ibu, adalah lembaran luka yang setiap abjadnya aku tulis menggunakan tinta air mataku sendiri.

Dan kehilanganmu, adalah kematian yang paling
mengerikan, bahkan dari kematianku sendiri.
~Ibu.

Tangisku yang sekarang, bukan luapan suka, bahagia ataupun cinta, melainkan sengsara yang aku nikmati. Sejuta warna yang dulu aku lihat, kini hanya ada satu warna saja; hitam.

Aku masih ingat betul, yang dulu sering Ibu katakan; “Ibu akan selalu bersamamu, Nak,” Ternyata hanya sebuah kebohongan agar aku selalu  merasa aman dan nyaman dalam hidup.

Dulu, saat aku meminta apapun, Ibu selalu memberikannya. Bahkan, ketika aku meminta untuk dibelikan sepatu baru dan Ibu sedang tidak punya uang, Ibu tetap berusaha membelikanku sepatu baru dengan cara berhutang kepada tetangga, dan dengan ikhlas Ibu berkata;
“Ini, Nak, sepatu baru yang kamu minta kemarin, maaf karena Ibu
telat membelikannya untukmu.”

Ibu, percayalah, sekarang aku tidak akan lagi banyak meminta. Aku hanya meminta satu untukmu, penuhi apa yang pernah Ibu sampaikan dulu, bahwa Ibu akan selalu bersamaku dan tidak akan pernah pergi jauh.

Dan kehilanganmu, adalah kematian yang paling
mengerikan, bahkan dari kematianku sendiri.
~Ibu.

Setiap malam, Ibu selalu membacakan doa pengantar tidurku. Lalu mematikan lampu dan menutup pintu kamar dengan rapat, agar tidak ada nyamuk yang masuk dan menyentuh kulitku.

Dan ketika aku bangun tidur, adalah kecupan dari Ibu yang bersarang pertama kali di keningku, sambil berbisik, “Ibu sudah siapkan sarapan kesukaanmu, Nak. Bangunlah!”

Saat akan berangkat sekolah, Ibu tidak pernah lupa untuk memeriksa kembali alat tulisku, sehingga aku tidak pernah dihukum saat disekolah seperti teman-temanku yang lain karena lupa membawa alat tulis. Bahkan yang paling aku suka, Ibu selalu membenarkan posisi dasiku dan menyisir rambutku. Entah, aku selalu terlihat percaya diri ketika Ibu yang melakukannya.

Lalu, bagaimana aku bisa hidup dengan baik tanpa semua perlakuanmu itu? Ibu menyuruhku, agar aku tidak menjadi anak yang cengeng. Tapi Ibu tidak pernah megajariku untuk tidak menangis, saat sebab menangisku adalah karena kehilanganmu. Ibu bilang, aku harus selau tersenyum ikhlas. Tapi Ibu tidak pernah menunjukkan kepadaku tentang bagaimana itu sebuah senyum ikhlas, saat semua luka akibat kepergianmu menjadi penghalangnya.

Setiap kata yang diucapkan oleh Ibu, adalah kata yang paling meneduhkan hati. Terlebih ketika Ibu mengatakan, “Ibu mencintaimu, Nak.”  Ya, awalnya aku mengira bahwa apapun yang diucapkan oleh Ibu akan selalu meneduhkanku. Tetapi sampai pada saat itu, adalah pertama kalinya sebuah ucapan dari lisan Ibu yang sangat menyayat hati, kini dan sampai nanti;

“Selamat tinggal, Nak. Maafkan Ibu sering mengecewakanmu!
Ash hadu anla illa ha illallah wa ash hadu anna Muhammad ar rasulullah.”



----------------------------------------
Surabaya, 22 Desember 2016 | 00.23 WIB
Postingan ini sengaja aku tulis untuk merayakan Hari Ibu 22 Desember. Pesannya adalah, yuk luangkan waktu kamu untuk bersama Ibu dan Ayah kamu. Minimal, untuk sekadar ngobrol santai sambil menonton televisi. Percayalah, Ibu Ayah kita hanya inginkan kamu selalu ada  waktu untuk menemani usia senjanya. Dan di momen Hari Ibu ini, mari rayakan dengan mengatakan kalimat sayang kepada orang tua kita langsung. Berani?



Jumat, 28 Oktober 2016

Jadilah Remaja yang Pasti-Pasti Aja (2)

2.  Remaja, gudangnya ide dan kreatifitas

Haydar Iskandar motivasi remaja sumpah pemuda indonesia genre

Ketika membaca judul poin dua di atas, saya prediksikan ada dua hal respon kilat diantara kalian; sepakat dan kurang sepakat.

Pertanyaannya adalah, lebih banyak mana antara orang yang memilih sepakat dengan yang tidak sepakat?

Mari, kita simak bersama penjelasan di bawah untuk menentukan jawaban atas pertanyaan pembuka tersebut.

Secara kapasitas, usia muda (remaja) memiliki semangat yang lebih berapi-api daripada kelompok usia lainnya. Ya, jelas saja karena mereka masih muda. Dan kita sering pula mendapati berita soal anak muda yang mampu menciptakan sebuah karya yang luar biasa. Bahkan baru-baru ini, dikabarkan sekelompok mahasiswa mampu menciptakan salep penyembuh luka pada penderita diabetes, yang atas karyanya ini mampu mencengangkan para tim medis. Dan masih banyak lagi kehebatan-kehebatan mereka yang acap kali membuat kita berdecak kagum.

Melihat fakta tersebut, tentu kita akan sangat sepakat bahwa usia muda (remaja) merupakan gudangnya ide dan kreatifitas. Namun, yang sangat disayangkan adalah kita seringkali ragu bahkan salah paham terhadap diri sendiri. Kita sering mengira, mengira bahwa kita tidak memiliki kemampuan terhadap suatu bidang. Kita mengira, mengira bahwa kita tidak mungkin menang terhadap sebuah perlombaan yang sedang kita ikuti. Kita mengira, mengira bahwa kita tidak bisa berbuat banyak untuk menghasilkan karya hebat.

Kita terlalu banyak mengira-mengira yang pada akhirnya cenderung melemahkan kepercayaan diri kita sendiri. Padahal sebenarnya, kita mampu menguasai terhadap suatu bidang. Kita mampu menjadi pemenang dalam sebuah perlombaan. Dan kita punya peluang besar untuk menghasilkan sebuah karya besar.

Kita sering salah paham terhadap diri sendiri.

Mari kita banyak-banyak melihat. Melihat potensi dalam diri. Melihat kesulitan untuk dimanfaatkan. Dan yang terpenting, melihat hasil yang akan kita ciptakan. Jangan sesekali meragukan langkah pergi Anda, tetapi mantapkan setiap pijakan langkah tersebut. Ingat, bahwa apa yang terjadi adalah apa yang kita pikirkan. Kalimat tersebut memang sudah sering dibahas, tapi hanya sedikit orang yang mempercayainya.

Untuk itu, catatlah semua ide-ide hebatmu. Jangan peduli, sekalipun orang melihat idemu sebagai ide gila. Ketahuilah, bahwa orang terdahulu kita yang telah menciptakan banyak karya yang kita nikmati sekarang, dulunya disebut sebagai orang tergila karena banyak mengkhayalkan sesuatu yang tidak mungkin untuk terjadi. Tapi lihatlah sekarang, yang tidak mungkin itu telah menjadi nyata.
Sekarang, apakah kita sudah menemukan jawaban atas pertanyaan pembuka tadi?
Lebih banyak mana orang yang sepakat atau kurang sepakat? Anda yang mulanya sepakat, apakah tetap sepakat?  Dan Anda yang mulanya kurang sepakat, apakah akan tetap tidak sepakat? atau sebaliknya?


3.    Mengubah hobi menjadi profit

Haydar Iskandar motivasi remaja sumpah pemuda indonesia genre

Eeem... Kalo bicara soal hobi, siapa sih yang tidak punya hobi? Terutama anak muda jaman sekarang, bahkan bisa jadi memiliki lebih dari satu hobi. Mulai dari hobi yang terbilang kece, sampai pada hobi yang nyeleneh. Macam-macam alasan mereka mengapa menghobikan hal tersebut.

Bukan masalah, apapun jenis hobinya. Tapi yang menjadi keharusan kali ini adalah bagaimana menjadikan hobi itu bernilai manfaat, terlebih dapat bernilai bisnis untuk kita.

Pertama, kita harus sepakat, bahwa semua hobi yang baik dapat dijadikan bisnis. Coba ulangi kalimat barusan. Setelah itu mari sepakati. Atau masih ada yang belum sepakat? Kalau begitu mari lanjut pada pembahasan.
Saat ini, banyak sekali orang-orang yang memanfaatkan hobi mereka sebagai bisnis. Kelebihannya adalah, mereka dibayar atas kesenangan yang mereka kerjakan.

Mungkin akan menimbulkan pertanyaan baru, bagaimana sih mengubah hobi tersebut menjadi profit?

Mulailah dari hal sederhana, tindakan kecil yang bisa kamu lakukan. Tekuni-kembangkan apa yang menjadi hobimu saat ini. Lalu carilah cara untuk mengubah hobi tersebut menjadi peluang bisnis.
Sekarang, apa hobimu?
Hobi bongkar motor, berbisnislah dengan membuka bengkel motor.
Hobi membaca dan menulis, terus kembangkan sehingga menjadi penulis. Dan tentu masih banyak lagi contoh-contoh lain.
Memang, untuk mencapai hasil besar tidak bisa instan. Butuh kerja yang keras dan kerja ikhlas. Maka berusahalah sampai kamu lupa lelah.


4.    Jadilah remaja baper dan jaim

Haydar Iskandar motivasi remaja sumpah pemuda indonesia genre

Sederhana saja, pesan yang akan saya sampaikan dalam poin terakhir di seri "Jadilah remaja yang pasti-pasti aja" kali ini.

Pesannya adalah: Jadilah Remaja Baper dan Jaim.

Adakah yang nyeleneh dalam kalimat tersebut? Ya, ada, mungkin. Kenapa kok harus baper, bawa perasaan? Dan kenapa kok harus jaim, jaga image? Begitukah pertanyaan yang terlintas di benak Anda saat ini?

Sekarang mari kita sepakati soal apa yang saya maksud baper dan jaim di sini. Baper: bawa perubahan. Jaim: jaga iman.

Tentu, sebagai pemuda, kita harus menyumbangkan banyak ide dan aksi positif, untuk menunjang terjadinya perubahan demi perubahan yang lebih baik.

Jaim, ya, jaga iman adalah kunci utama. Pada kejadian di lapangan, banyak sekali di antara kita yang kurang jaim, sehingga berbagai ancaman (masalah) mudah sekali menyentuh sikap dan emosi kita. Akhirnya bertindaklah kita sebagai orang yang salah.

Sedehananya, ayo menjadi sosok yang jaim, jaga iman. Dan setelah itu, ayo menjadi sosok yang baper, bawa perubahan. Untuk siapa? Minimal untuk diri sendiri. Selanjutnya, bawa perubahan untuk bangsa.

Ingat, bahwa perubahan besar diawali oleh langkah kecil yang sederhana. Maka segera ambil langkah untuk menuju perubahan yang besar.

Dan pertanyaan penutupnya adalah, siapa yang merasa perlu untuk selalu baper dan jaim?

Anda kah?



Selasa, 13 September 2016

Jadilah Remaja yang Pasti-Pasti Aja

Motivasi Haydar Iskandar Remaja unggul GenRe BKKBN Beprestasi

Kalau kita ingat dulu, bapak proklamator kita pernah berkata begini, "Berikan aku 10 pemuda, maka akan aku goncangkan dunia." Lalu, bagaimana dengan sekarang? Dengan jumlah remaja (pemuda) Indonesia yang mencapai 66 juta jiwa? Bisa jadi, bukan hanya mampu menggoncangkan dunia saja, melainkan mampu menggoncangkan semesta. Harusnya. Ya, harusnya.

Tapi kenyataannya? Di samping jumlahnya yang sangat tinggi, permasalahan yang mereka hadapi pun semakin komplek. Saya rasa, tidak perlu lagi membeberkan berbagai ancaman yang remaja hadapi sekarang.

Yang menjadi dilema adalah, sosok remaja selalu disebut-sebut sebagai agent of change dan pelaku bonus demografi Indonesia. Apakah iya demikian, dengan berbagai permasalahan yang tidak ada habisnya.

Dan yang menjadi penyebab dari itu semua adalah, seorang remaja sering kali keliru ambil arah ketika telah sampai di persimpang jalan. Kita bahkan sering memilih jalan yang sebenarnya sudah tahu bahwa jalan itu salah. Lalu yang aneh lagi adalah, kita sudah tahu salah tapi malah kita bangga atas kesalahan itu. Ya, kita bangga atas keburukan kita.

Nah maka dari itu, ayo kita menjadi remaja yang pasti-pasti aja, maksudnya: pasti berkualitas, pasti berkarakter, pasti bebas dari berbagai ancaman remaja saat ini dan pasti mengabdi untuk bangsa.

Untuk berikutnya, saya akan menjelaskan setidaknya 4 langkah untuk mencapai itu semua.

1.    Remaja, punya banyak sekali kesempatan

Haydar Iskandar Motivasi Indonesia Remaja GenRe BKKBN

Tuhan telah melimpahkan berbagai macam kesempatan kepada kita (umat-Nya); kesempatan hidup, kesempatan melihat, kesempatan berjalan, kesempatan untuk sukses, bahkan kesempatan untuk mengulangi usaha yang belum berhasil.

Namun yang menjadi masalah adalah, kita sering kali meragu bahkan tidak percaya bahwa apa yang ada di depan kita adalah sebuah kesempatan yang diberikan Tuhan. Masih saja kita menoleh ke kanan-kiri, ke beberapa orang di sebelah lalu bertanya begini, "Masak sih? Ah, gak mungkin!"

GAK MUNGKIN. Ya, kalimat ini yang sering kali menjadi pelontar pertama dari mulut kita ketika Tuhan telah memberi sebuah kesempatan.

Terutama bagi remaja, yang bisa dibilang sebagai manusia usia muda. Tentu memiliki banyak sekali kesempatan. Misalkan; kesempatan untuk mencoba, kesempatan mengikuti berbagai lomba, kesempatan berprestasi setinggi-tingginya, kesempatan berkegiatan (positif) sebanyak-banyaknya dan kesempatan lainnya.

Tapi kenyataannya, kita serasa menjadi orang yang 'ikhlas'. Ikhlas membuang berbagai kesempatan.

Semoga beberapa poin di bawah ini dapat menjadi bahan perenungan kita semua:

Pertama, kesempatan adalah sebuah keajaiban yang tak berulang. Setiap dari kita, mempunyai peluang (kesempatan) yang unik dan datang di waktu yang tak terduga. Tapi, selain seringkali kita mensia-siakannya, kita juga lupa, lupa bahwa kesempatan sama dengan sebuah keajaiban. Lalu pertanyaannya, "sudah berapa kali kita mensia-siakan sebuah keajaiban tersebut?" 

Kedua, kesempatan yang disia-siakan adalah menyepelekan kepercayaan Tuhan. Jangan pernah takut mengambil sebuah kesempatan, bukan soal apa yang akan didapatkan,  tapi ini soal kepercayaan Tuhan kepadamu. Tuhan tidak mungkin memberikanmu sebuah kesempatan, kalau Tuhan tidak percaya kepadamu.
Lalu pertanyaannya, "seberapa sering kita telah melalaikan kepercayaan Tuhan kepada kita?"

Ketiga, mengambil/membuang kesempatan adalah penentu takdir. Bisa jadi, keberhasilanmu saat ini adalah sebab kamu telah memaksimalkan kesempatan (yang lalu) dengan berusaha sungguh-sungguh. Dan bisa jadi, ketidak-berhasilanmu saat ini adalah sebab kemarin kamu telah melalaikan sebuah kesempatan yang diberikan Tuhan. Bisa jadi.  Karena pada dasarnya, apa yang kita kerjaan hari ini adalah penentu di hari esok.

Sekarang pertanyaannya, "seberapa sering kita mengeluh kepada Tuhan, meminta dirubah takdir kita pada takdir yang baik, sedangkan kita tidak mau berusaha dan tidak mengambil kesempatan yang diberikan Tuhan?"

Kawan remaja, jangan pernah lewatkan satu kesempatan sekalipun, karena terkadang dengan kamu mengambil tindakan atas kesempatan itu akan mendatangkan kesempatan-kesempatan yang baru. Dan sebaliknya, dengan mengabaikan satu kesempatan sekalipun, bisa jadi akan mengurangi jatah kesempatan yang akan kamu dapatkan di selanjutnya.

Dan pertanyaan besarnya adalah, "apa yang akan kamu lakukan, apabila Tuhan mengulang satu kesempatan berharga dalam hidup kamu yang pernah kamu sia-siakan?"

((Bersambung...))


Minggu, 28 Agustus 2016

Terimakasih Jember: Seminar Nasional UNEJ

 Haydar Iskandar Seminar Trainer Motivator Pembicara Hits


Wah...entah udah berapa bulan aku gak update blog. Tiba-tiba aja aku pengen banget nulis ini dan update blog, biar blognya juga gak jamuran. Kasihan, kan... Sebelumnya, gimana nih kabar kalian semua? Sudah move-on dari mantan yang kemarin? Atau malah balikan dengan mantan pas jaman SMA?

Dan kali ini, aku mau sedikit bercerita soal perjalanankau ke Jember beberapa hari lalu. Beberapa hari lalu, tepatnya di hari Kamis (25/8) aku menjadi pembicara dalam Seminar Nasional di Universitas Negeri Jember.

Kegiatan Seminar Nasional ini diadakan oleh teman-teman UKM Kependudukan Universitas Negeri Jember. Seminar Nasional ini merupakan sub-kegiatan dalam rangkaian kegiatan Jambore Kependudukan 2016 UKM Kependudukan UNEJ. Sub-kegiatan lainnya adalah Lomba Menulis Cerpen, Lomba Poster dan Stand Up Comedy. Final dari ketiga lomba ini pada 24 Agustus 2016, di kafe kolong Jember yang diselenggarakan malam hari. Kebetulan, aku datang sejak tanggal 24 dan dapat berkesempatan hadir di acara final lomba tersebut. Sumpah, kesan pertama yang ada di benakku adalah soal kafe kolong yang benar-benar ada di bawah jembatan jalan raya. Selain konsepnya yang keren, juga pengunjungnya yang rame banget. Dan sekitar 10 malam, aku dibawa ke penginapan oleh panitia.

Kalau boleh ngasih bocoran, aku adalah tipe orang yang susah betah di tempat baru. Bahkan, nginep di hotel se-bagus apapun pasti akan susah tidur di hari pertama karena belum bisa ‘betah’. Memang, gak ada yang senyaman kamar sendiri. Akhirnya, daripada gak ada kerjaan sembari nunggu ngantuk, aku nyalain laptop dan coba cek ulang bahan seminarku besok. Sebelum tidur, aku nyalain AC dan aku setel suhu yang paling dingin, alasannya biar bisa bangun pagi. Akhirnya, aku baru bisa tidur sekitar pukul 2 dini hari.

Sekitar pukul 9 pagi, aku kembali dijemput oleh panitia untuk berangkat ke tempat acara. Sesampainya di tempat acara, mata terbelalak sepersekian detik melihat jumlah peserta yang terdiri dari kalangan remaja se-Jawa Timur. Setelah aku tanya ke panitia di meja registrasi, peserta yang hadir berjumlah sekitar 400an.

Saat berjalan di antara bangku peserta, tepuk tangan seolah menjadi paduan suara di gedung itu. Cuma ada satu yang ‘njleb’ yaitu saat pembawa acaranya manggil dengan sebutan Bapak Haydar Iskandar... “Oh, No... Saya masih ABG, mbak!!”  

Sudah, lupakan soal bapak....

Tema seminar kali ini adalah “Remaja Hebat Pilar Utama Bangsa yang Kuat.” Dan judul materiku adalah “Menggapai Generasi Emas: Saatnya yang Muda yang Berencana.” Dalam kesempatan kali ini, aku memberikan gambaran penyebab permasalah remaja Indonesia saat ini. Dan untuk menggapai generasi emas, bukanlah hal yang sederhana atau bahkan bukanlah hal yang mudah, bisa dibilang bahwa hal ini adalah target besar yang harus disinergikan dengan pihak-pihak lain dalam pencapaiannya. Dalam kesempatan ini, aku juga menjelaskan beberapa solusi untuk memecahkah permasalah remaja di Indonesia.

Haydar Iskandar Pembicara Smeinar Training Motivasi

Alhamdulillah... Semua berjalan dengan lancar dan sukses. Berkat Tuhan yang Maha Esa. Sekalipun aku kebagian di sesi ke-tiga, dimana biasanya disaat jam-jam itu merupakan jam ngantuk, tapi seluruh peserta terlihat sangat antusias. Dua sesi sebelumnya disampaikan oleh Bapak Ali Imran (Ketua Koalisi Kependudukan Jawa Timur) dan Bapak Pulung Siswantara (Dosen FKM UNAIR dan Comedian).

Harapannya, semoga kegiatan ini merupakan sebuah langkah pasti yang akan mencetak remaja-remaja Indonesia yang pasti-pasti aja; pasti berkualitas, pasti berkarakter, pasti mencetak prestasi setinggi-tingginya, dan pasti mengabdi untuk bangsa. Bukan sekedar ajang kegiatan formalitas.

Salut dan terimakasih untuk seluruh panitia; Bagus, Rini, Marina, Nazilah (Maaf hanya ini nama panitia yang aku ingat) dan terimakasih untuk mbak MCnya, Desi. Terimakasih yang sebesar-besarnya untuk seluruh pihak pimpinan Universitas Negeri Jember. Terimakasih kepada Bapak Pembantu Rektor III UNEJ yang bersedia menghadiri dari awal sampai akhir acara, bapak kece!

Haydar Iskandar Pembicara Seminar Training Motivasi

Haydar Iskandar Pembicara Seminar Training Motivasi

Tepat pukul 16.27 WIB, aku kembali ke Surabaya dengan naik kereta api. Terimakasih Jember, dan terimakasih atas semua ilmunya!


Sabtu, 09 Juli 2016

Sisa Kenangan Ramadhan

cerita menarik ramadhan dan lebaran

Sudah empat hari, bulan Ramadhan meninggalkan kita semua. Yap, kita terakhir berupuasa di hari Selasa lalu, dan semua umat muslim saling bergembira merayakan hari Raya Idul Fitri di hari Rabu (6 Juli). Bener-bener nggak kerasa perjalanan 30 hari bulan Ramadhan tahun ini. Ada rindu dan sedih juga setelah ditinggal bulan Ramadhan. Dan sampai saat ini moment bulan Ramadhan tersebut masih saja terasa.

Rindu
Rindu, kayaknya semua orang akan merasakan hal yang sama dengan gue. Banyak hal yang kita rindukan di dalam moment bulan Ramadhan. Mulai dari bangun sahur sampai buka puasa, dan bahkan sampai sahur lagi banyak hal yang kita rindukan. Menurut gue, moment yang paling dirindukan adalah saat-saat bersama; bersama keluarga dan teman-teman. Entah kenapa, kebersamaan di bulan Ramadhan terasa lebih hangat daripada kebersamaan di bulan-bulan lainnya. Gimana menurut kamu?

Di bulan Ramadhan pula kita bisa dipertemukan dengan teman-teman lama dalam balutan acara buka bersama, reuni dan atau halal-bihalal. Kadang, di bulan Ramadhan pula silaturahmi dengan mantan pacar bisa terjalin lagi. Bahkan, di bulan Ramadhan ini kita bisa menghabiskan waktu lebih panjang bersama keluarga. Yang biasanya susah untuk pergi makan bareng bersama orang tua, jadi lebih punya banyak waktu untuk bisa makan bareng saat berbuka puasa dan sahur. Setelah ini, kita akan kembali kehilangan moment kebersamaan tersebut yang terasa beda dengan kebersamaan di bulan-bulan lain.

Sedih
Sedihnya adalah karena di bulan Ramadhan tahun ini gue lebih disibukkan dengan pekerjaan dan tuntutan. Dan akibatnya waktu bersama dengan orang tua dan saudara-saudara pun menjadi terbatas. Minggu pertama bulan Ramadhan, hanya tiga kali sahur dan dua kali buka puasa bareng keluarga di rumah. Sedangkan Minggu ke dua dan tiga gue belum sempet pulang lagi ke rumah orang tua. Baru bisa kembali berada diantara kehangatan orang tua dan saudara itu di beberapa hari terakhir bulan Ramadhan. Sedih? Sedih. Tapi bukan berarti gue menyesali keadaan saat ini.

Dan selama bulan Ramadhan kemarin, gue sempet bikin video religi dengan durasi singkat yang gue apload di instagram gue. Awalnya sih berencana satu hari bisa bikin satu video dengan latar masjid yang berbeda. Eh, ternyata realita tak seindah rencana hehehehe.

Berikut adalah salah satu video yang udah gue bikin:


Banyak hal baru yang gue dapatkan di bulan Ramadhan ini, bahkan berkat Ramadhan pula gue jadi tahu makna kebersamaan dan berbagi.

Berbagi ke panti asuhan Haydar Iskandar
Panti Asuhan Kabupaten Bangkalan

Di bulan Ramadhan ini pula berbagai berkah dan anugerah Tuhan limpahkan. Senang bisa berbagi manfaat kepada orang banyak, dan bisa bertemu dengan keluarga-keluarga luar biasa di kampung terpencil yang ada di salah satu kabupaten Pamekasan, Madura.

Kampung KB GenRe BKKBN
Monitorin ke Kampung KB Kabupaten Pamekasan

Dan hal lain yang cuma ada di bulan Ramadhan adalah takjilnya. Emang sih jajanannya bisa kita jumpai kapan aja dan bisa di mana saja, tapi hawanya aja yang beda. Kemarin gue juga sempat berkunjung ke salah satu tempat bazar takjil yang terdapat di kota rantau gueSurabaya, ya walaupun cuma jalan-jalan doang, bukan beli. Bukan gak mau beli, tapi makanan rumah siapa yang makan? Udah terlanjur masak di rumah. Kecuali ada  bagi-bagi takjil gratis, mau mah. Maklumlah, gue termasuk kedalam kelompok PPT (PPT: Para Pencari Takjil).

Lebaran Puasa Ramadhan Takjil Bazar
Bazar Takjil

Lebaran sudah berlalu empat hari, dan beberapa hari lagi sebagian orang (termasuk gue) akan kembali pada rutinitas. Jatah libur, ya termasuk hal yang dirindukan.

Di akhir postingan ini, gue mengucapkan mohon maaf lahir dan batin untuk kalian semua. Maaf-maaf kalau ada postingan di blog gue ini yang nggak pantas, maka kritik dan saran kalian yang akan memantaskannya. Dan sebaliknya, kalian udah gue maafin kok. Jangan lupa maafin juga kesalahan mantan.

Semoga tahun ini bukan tahun terakhir kita bertemu dengan bulan Ramadhan. Dan semoga bulan Ramadhan ini menjadi latihan berharga bagi kita untuk lebih meningkatkan ke-JAIMAN kita. (Jaim: Jaga Iman).

Yang mau berkirim uang THR, bisa kirim langsung ke rekening gue. Yang mau berkirim komentar silakan kirimkan ke alamat email gue di sini. Atau kalau ada orang tua yang mau berkirim anaknya untuk dijadikan istri, monggo datang saja ke rumah.


Kalian juga punya cerita menarik saat di bulan Ramadhan? Yuk bagikan juga ceritamu dengan berkirim ke email di sini.